19 Nov 2016

PUISI: KREMATORIUM

Es-i-en-ai,
adalah nama hadapanku
terkuis di menara tamu
dengan lukisan-lukisan gadang
puisi-puisi panjang
dan arca-arca telanjang.

Ia dalam kepalaku
adalah sebuah krematorium
cencorot dinamo menguji nujum
bekas-bekas nyawa sedang bekerja
katanya
ini bukan sia-sia
pabila rapuh usia
terjunlah bersama-sama.

Muncul satu panggilan
ketikaku bersarung tenun
mencangkul iman
di mahasastera empunya kebun
dengan logam akal tumpul
menjadi mata pada sebatang lidi
mengintai baris depan
baris atas, dan baris belakang.

'Alif' buarku perlahan
tilik huruf pertama
pada mana-mana karya seni dunia
yang dulu sebelum panggilan
kadang-kadang aku bohongkan
kadang-kadang aku lupakan.

—Pok Pok
28 Okt 2016
Pelabuhan Klang




No comments:

Post a Comment